Senin, 27 Mei 2013

Drama Perpecahan Sahabat


Tema
Persahabatan
Konfli
k
Kisah persahabatan yang terputus akibat suatu fitnah
Sumber
Andri
Laki-laki berumur 16 tahun, kecil, baik hati, sabar, jujur dan suka menolong.
Dimas
Laki-laki berumur 17 tahun, baik hati, tidak Pilih-pilih, mudah percaya, dan suka merendahkan.
Karsa
Laki-laki berumur 16 tahun, baik hati, tidah  pilih-pilih, dan mudah percaya kepada orang lain.
Yoga
Laki-laki berumur 17 tahun, kurus, rambut keriting, suka  Memfitnah, iri hati, suka merendahkan orang lain.
Kisah ini terjadi disebuah sekolah yang sangat terkenal bernama Smk N 1 Luragung. Disana ada suatu persahabatan yang sangat erat yang bisa mereka sebut dengan TRI MAS KETIR.
Di ruangan kelas yang terdapat berbagai kursi dan meja yang tertata rapi terjadi suatu keributan, yang disebabkan salah satu anggota TRI MAS KETIR.

Yoga   : Kenapa ya...., persahabatan TRI MAS KETIR kok sangat erat ? aku  ingin persahabatan mereka jadi putus, tapi bagaimana caranya ? (diam sambil memikir sesuatu)
Yoga   : Ah…., aku curi saja dompetnya Dimas, dan setelah itu aku Taruh saja di tasnya Andri, Dimas dan Karsa pasti Akan menuduh Andri.” Terlihat anggota TRI MAS KETIR masuk kedalam kelas tertawa-tawa.
Dimas : ( sambil membuka tasnya dan terlihat sedang mencari sesuatu dan wajahnya sangat gelisah )
Karsa : Ada apa Mas, kok kayaknya gelisah banget ?
Dimas : Aduh gimana nih, dompetku hilang.
Andri : Kok bisa hilang, mungkin ada di rumah kamu.
Dimas : Nggak mungkin, tadi aku inget kok dompetku sudah Ku masukkan kedalam tasku.
(Tiba-tiba Yoga memotong pembicaraan mereka dengan lagak sok tahu)
Yoga   : Aku tahu siapa yang mencuri dompet kamu.
Dimas : Emangnya siapa Ga ?
Yoga   : Dia adalah sahabatmu sendiri yang bernama Andri.
Karsa : Nggak mungkinlah dia yang mencuri dompetku, kamu kok sok tahu banget sih.
Yoga   : Ya sudah kalau kamu nggak percaya, kamu geledah tasnya Andri.
Dimas : Maafkan aku andri, aku harus menggeledah tasmu untuk Membuktikan omong kosongnya Yoga.
Andri : Ya sudahlah nggak apa ?” Dimas dan Karsa menggeledah tasnya Andri dan beberapa lama kemudian dompet Dimas ditemukan ditasnya Andri.
Yoga   : Tuhkan bener kataku, Andri si miskin itu yang mencurinya.
Dimas : Kamu kok tega sih Andri, kalau kamu butuh uang kamu  tinggal bilang sama kami, bukan begini caranya, selama kami selalu membantu kamu, tapi kamu kok tega banget.
Andri : Tapi bukan aku yang mencurinya.
Yoga   : Terus kamu tuduh aku yang mencurinya, jelas dompet  Dimas ada ditas kamukan?
Karsa : Dasar, sudah dikasih hati malah minta jantung.
Dimas : Mulai saat ini kamu tidak akan jadi sahabat kami lagi.
Karsa : Dasar kau anak miskin. ( sambil menampar pipi Andri ) Mereka kemudian duduk ditempat mereka masing-masing
Andri : Ya Allah, cobaan apa yang kau berikan pada persahabatan  Kami, apa salah kami sehingga kau memberi cobaan ini, Ya Allah kembalikan persahabatan kami seperti dulu lagi.
Beberapa lama kemudian bel pulang berbunyi, Dimas dan Karsa pulang bersama tanpa Andri. Diperjalanan pulang Dimas menerima telpon dari Papanya yang berada diluar negeri.
Kring………kring…..kring….
Dimas : Hallo assalamu alaikum, ada apa Pa, kok tumben telpon aku.
Papa   : Waalaikum salam, Mas Papa mau kasih kabar ke kamu,  sebelumnya maafkan Papa, perusahaan Papa Disini  bangkrut.
Dimas : Apa Pa, bangkrut kok bisa begitu ?
Papa   : proyek yang Papa Buat mengelami rugi yang sangat besar,  Jadi Papa harus menjual perusahaan Papa untuk membayar ganti rugi.
Dimas : Jadi kita jatuh miskin Pa?
Papa   : Begitulah, besok Papa dan Mama akan pulang ke Indonesia, dan kita harus cari kontrakan rumah, karena  rumah kita akan di segel oleh bank.
Tiba-tiba Dimas memutuskan telpon dengan rasa tidak percaya.
Dimas : Ini nggak mungkin. ( sambil membanting HP nya)
Karsa : Ada apa Mas ?
Dimas : Perusahaan Papaku bangkrut dan sekarang aku jatuh  miskin.
Karsa : Sabar ya.. Mas, ini pasti bisa kamu lewati kok.
Dimas : Karsa kamu adalah sahabat aku yang paling setia  denganku, tolong jangan tinggalkan aku.
Karsa : Ya… nggak mungkinlah aku ninggalin kamu, tidak  seperti Andri yang menghianati sahabatnya sendiri.
Dimas : Terima kasih Karsa. Tiba-tiba ada motor yang melaju kencang hingga menabrak Karsa, untungnya saja Andri menolong Karsa.
Andri : Awas Karsa.( sambil berteriak dan mendorong Karsa )
Karsa : Kamu nggak apakan Andri.
Andri : Nggak aku nggak apa kok.
( Pengendara motor itu kemudian turun dari motor )
Yoga   : Kamu nggak apa kan Andri.
Andri, Dimas, Karsa : Yoga…..
Yoga   : Maafkan aku yaaa, aku nggak sengaja.
Karsa : Makanya kalau naik motor itu jangan kencang-kencang.
Yoga   : Ya.. maafkan aku.
Dimas : Ya.... sudahlah nggak apa.
Yoga   : Mas aku mau ngomong sesuatu sama kamu, tentang  masalah tadi di kelas.
Dimas : Emangnya ada apa Ga.?
Yoga   : Sebenarnya yang mencuri dompet kamu itu bukan Andri, melainkan aku.
Dimas : Apa Yoga.
Yoga   : Aku iri dengan persahabatan kalian yang sangat erat, makanya itu aku mencoba untuk merusak persahabatan kalian, sekali lagi maafkan aku.
Dimas : Jadi bukan Andri yang mencurinya ?
Karsa : Jadi persahabatan kita bersatu lagi dong.
Dimas : Persahabatan kita akan selalu abadi sepanjang masa.
Andri : Sampai akhir hayat menjemput kita, persahabatan ini  Akan tetap bersatu... bersatu.
Dimas : TRI MAS KETIR.
Karsa : TRI.
Andri : MAS.
Dimas             : KETIR.
( Sambil menujukkan tanda persahabatan mereka yang berupa cincin )
Yoga   : Oke deh.
( Sambil mengacungkan jempol )
Akhirnya persahabatan mereka bersatu kembali, dan tidak ada yang memisahkan mereka sampai akhir hayat menjemput.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar